Senin, 17 Oktober 2011

TUGAS 4


Pertanyaan :
Etika bisnis merupakan penerapan tanggung jawab sosial suatu bisnis yang timbul dari dalam perusahaan ,dimana bisnis selalu berhubungan dengan aktifitas dan masalah-masalah yang ada. Dalam perusahaan isebut dengan etika pergaulan bisnis. Sebutkan dan jelaskan etika pergaulan bisnis yang terkait dalam kegiatan tersebut?

Jawaban :
Etika diartikan sebagai aturan-aturan yang tidak dapat dilanggar dari perilaku yang diterima masyarakat sebagai baik atau buruk. Etika bisnis adalah standar-standar nilai yang menjadi pedoman atau acuan manajer dan segenap karyawan dalam pengambilan keputusan dan mengoperasikan bisnis yang etik. Di era kompetisi yang ketat ini, reputasi perusahaan yang baik yang dilandasi oleh etika bisnis merupakan suatu keuntungan kompetisi yang sulit ditiru. Oleh karena itu, perilaku etik penting diperlukan untuk mencapai sukses jangka panjang dalam sebuah bisnis.
Kegiatan bisnis yang makin merebak, telah menimbulkan tantangan baru, yaitu adanya tuntutan praktek bisnis yang baik, yang etis, yang juga menjadi tuntutan kehidupan bisnis di banyak negara di dunia. Transparansi yang dituntut oleh ekonomi global menuntut pula praktik bisnis yang etis. Dalam ekonomi pasar global, kita hanya bisa bertahan kalau mampu bersaing. Untuk bersaing harus ada daya saing, yang dihasilkan oleh produktivitas dan efisiensi. Untuk itu pula, diperlukan etika dalam berusaha, karena praktik berusaha yang tidak etis, dapat mengurangi produktivitas , merugikan masyarakat dan perusahaan itu sendiri.
Dalam menjalankan suatu aktifitas dalam perusahaan, yang terkait dalam hal ini adalah produksi, suatu perusahaan dapat mempelajari etika pergaulan bisnis, antata lain :
1.        Dalam etika bisnis, pantas dikembangkan sifat pengendalian diri. Maksudnya adalah pengendalian diri dalam memperoleh keuntungan. Memang keuntungan adalah tujuan utama perusahaan dalam memproduksi barang atau jasa. Tetapi, jangan sampai tujuan tersebut dicapai tanpa pengendalian diri, yaitu dengan cara curang , tidak adil, dan bertentangan dengan nilai-nilai budaya.
2.      Yang kedua adalah mengembangkan persaingan yang sehat. Namun persaingan haruslah adil dengan aturan-aturan yang jelas dan berlaku bagi semua orang.
3.      Yang terakhir adalah bisnis tidak boleh hanya memperhatikan masa kini. Sikap “aji mumpung” bertentangan dengan etika bisnis.  Dunia usaha harus pula memperhatikan masa depan bangsa dan mewariskan keadaan yang lebih baik bagi generasi yang akan datang. Kesinambungan harus merupakan bagian dari etika bisnis dunia usaha Indonesia. Dalam kaitan ini, lingkungan alam tidak boleh dikorbankan untuk kepentingan jangka pendek atau menarik keuntungan yang sebesar-besarnya. Bisnis yang baik harus selalu memperhatikan keberlanjutan (sustainability) alam yang mendukungnya.

Secara spesifik oleh karena etika bisnis merupakan penerapan tanggung jawab social suatu bisnis yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri. Bisnis selalu berhubungan dengan masalah-masalah etis dalam melakukan kegiatannya seharihari. Hal ini dapat dipandang sebagai etika pergaulan bisnis. Seperti hal manusia pribadi juga memiliki etika pergaulan antar manusia, maka pergaulan bisnis dengan masyarakat umum juga mempunyai atau memiliki etika pergaulan yaitu etika pergaulan bisnis. Etika pergaulan bisnis dapat meliputi beberapa hal antara lain adalah:

1.         Hubungan bisnis dengan konsumen
Dalam hal ini, hubungan perusahaan dengan konsumen terlihat pada produksi yang dihasilkan. Dari produk tersebut, para konsumen dapat memilih barang mana yang akan dipilih. Dari kemasan produk, produsen dapat memberi kejelasan isi sehingga konsumen dapat membeli produk tersebut.
2.       Hubungan antar karyawan
Untuk memajukan suatu perusahaan terdapat suatu koordinasi antar para pekerja. Seorang manajer sering sekali berurusan dengan etika pergaulan dengan karyawannya. Contohnya adalah penarikan, latihan, pengangkatan/ penurunan jabatan, maupun pemecatan.
3.       Hubungan antar bisnis
Ini adalah hubungan perusahaan dengan pesaing, penyalur, pengecer maupun distributornya.
4.         Hubungan dengan investor
Perusahaan harus memberikan informasi yang baik dan jujur kepada investor atau calon investor agar mereka dapat percaya pada perusahaan tersebut sehingga mereka dapat menanamkan uangnya atau membeli saham perusahaan tersebut.
5.       Hubungan dengan Lembaga Keuangan
Dalam hal ini lembaga keuangan diperuntukkan menentukan tarif pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan tersebut. Oleh karena itu, perusahaan harus membuat laporan keuangan dengan baik dan benar agar tidak terjadi penggelapan pajak.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar