Rabu, 14 Januari 2015

Kesiapan diri anda Menghadapi MEA 2015 (Job Seeker atau Job Creator)




ASEAN economic community (AEC) tahun 2015 merupakan suatu program bagi negara- negara ASEAN untuk lebih meningkatkan kualitas ekonomi khususnya perdagangan agar menjadi sebuah akses yang lebih mudah seperti menerapkan penghapusan bea masuk  ( Free Trade Area) untuk mewujudkan sebuah single market (Rimah:2013). 
Kawasan AEC diarahkan menjadi suatu kawasan yang kompetitif secara ekonomi dengan tingkat kemajuan yang merata serta terintegrasi penuh ke sistim ekonomi global. Dalam artian perdagangan ini berarti semua barang dapat diperdagangkan dari satu negara ke negara lain di kawasan ASEAN tanpa tariff bea sama sekali. Setiap pengusaha dapat menanamkan modalnya dimana saja dan bahkan menjadi penguasa mayoritas saham di perusahaan manapun di kawasan tersebut (Lolok:2012).
Konsep utama dari ASEAN Economic Community adalah menciptakan ASEAN sebagai sebuah pasar tunggal dan kesatuan basis produksi dimana terjadi free flow atas barang, jasa, faktor produksi, investasi dan modal serta penghapusan tarif bagi perdagangan antar negara ASEAN yang kemudian diharapkan dapat mengurangi kemiskinan dan kesenjangan ekonomi diantara negara-negara anggotanya melalui sejumlah kerjasama yang saling menguntungkan. Kehadiran ASEAN Economic Community bisa membantu ketidakberdayaan negara-negara ASEAN dalam persaingan global ekonomi dunia yaitu dengan membentuk pasar tunggal yang berbasis di kawasan Asia Tenggara. Liberalisasi di bidang jasa yang menyangkut sumber daya manusia mungkin akan tampak terlihat jelas karena menyangkut tentang penempatan tenaga terampil dan tenaga tidak terampil dalam mendukung perekonomian negara. Namun, yang paling banyak berpengaruh dan sangat ditekan dalam ASEAN Economic Community adalah tenaga kerja terampil (Diah:2013).
Sebagai mahasiswa tingkat akhir ini merupakan tantangan, bagaimana tidak dibuka nya MEA sekaligus awal dari karir kita. Setelah lulus kuliah kita harus dihadapkan pada kesiapan diri kita menghadapi persaingan di pasar global, mungkin banyak lulusan luar negri dari negara-negara asean yang mengincar Indonesia untuk bekerja di Indonesia hal ini pasti akan terjadi karena Indonesia adalah negara berkembang yang kaya akan kekayaan alamnya.
Untuk itu sebagai lulusan dalam negeri kita jangan mau kalah bersaing dengan para sarjana yang dari luar negeri. Begitu kita lulus kita hanya mempunya dua pilihan untuk meraih kesuksesan nanti yaitu dengan membuka usaha (Job creator) atau menjadi pekerja (Job Seeker). Kedua pilihan tersebut merupakan kesiapan diri kita bagaimana mempersiapkan diri ketika pelaksanaan MEA dibuka.
Untuk kesiapan diri saya menghadapi MEA, saya akan mengawali dengan menjadi Job Seeker terlebih dahulu karena saya ingin mencapai tujuan saya terlebih dahulu menjadi seorang akuntan. Kemudian setelah saya cukup banyak memperoleh pengalaman dan modal yang cukup dari bekerja saya akan memulai langkah kedua yaitu membuka usaha. Membuka Usaha merupakan suatu alasan untuk mendapat penghasilan yang lebih namun selain itu saya juga ingin turut serta  untuk membantu perekonomian negara, karena dengan saya mebuka usaha maka saya akan menyerap atau membutuhkan banyak tenaga kerja sehingga mengurangi pengangguran yang ada di Indonesia.
Untuk menjadi seorang akuntan mungkin tidak mudah banyak proses yang harus dijalani dengan syarat-syarat tertentu dan ditambah lagi dengan persaiangan MEA tahun ini. Seperti yang saya jelaskan diatas, tahun ini merupakan tantangan bagi kita lulusan dalam negeri untuk memperoleh pekerjaan. Kesiapan diri yang harus dilakukan agar siap bersaing dengan lulusan luar negeri adalah dengan meningkat kemampuan dan pengalaman kita dalam bekerja, bukan tidak mungkin kita dapat mengalahkan para pekerja dari luar. Selain itu kita juga harus mempunyai semangat yang tinggi dan tidak mudah menyerah dan yakin bahwa kita mampu bersaing dengan pekerja luar akan bermunculan.
Selain itu kesiapan diri kita dalam membuka usaha (job creator) juga harus perlu kita perhatikan. Menjadi job creator maka saya harus siap dengan resiko - resiko yang akan terjadi nantinya tetapi dengan masyarakat ekonomi ASEAN mungkin sedikit resiko yang didapat sebagai job creator karena sebagai job seeker pun harus mempunyai kemampuan dalam bersaing dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Tetapi dengan adanya perdagangan bebas dalam MEA maka sebagai job creator juga harus mawas diri dengan para pesaing yang memilik usaha yang sama dari negara bagian ASEAN. Oleh sebab itu kita harus berani mengambil sebuah keputusan dimana mungkin saja hal-hal buruk akan terjadi. Jika kita berani mengambil resiko maka kedepan nya akan semakin baik. resiko itu mungkin saja ada apalagi jika kita mengalami kegagalan. Namun jika kita banyak mengambil pengalaman dari kegagalan dan berani memulai kembali. Bukan tidak mungkin kita akan berhasil. Semua kembali kepada niat kita.
Jika kita menjadi pengusaha yang sukses bukankah kita akan bangga dapat membuka banyak lapangan pekerjaan untuk para pencari kerja dalam negeri. Seberat apapun persaingan MEA nanti teruslah berusaha dan semangat. Menjadi apa kita selanjutnya Job creator Atau Job Seeker hanya diri kita yang tau jalan menuju kesuksesan tersebut hanya saja bagaimana anda  membawa kesiapan diri anda dapat bersaing di dunia kerja.
Jadi menurut saya antara job seeker dan job creator itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing - masing tergantung pemikiran individunya saja. Tetapi menurut saya lebih baik apabila menjadi job creator karena dapat memberikan pekerjaan kepada orang yang membutuhkan pekerjaan.

1 komentar:

  1. Kakak maria mahasiswi gundar fakultas ekonomikan kak? Boleh nanya2 gak kak :3

    BalasHapus